Sering minder dan bingung kuliah di jurusan langka dengan lapangan pekerjaan bagaikan lahan kering nan tandus? Apakah benar orang-orang dari jurusan yang jarang diminati punya masa depan nggak pasti? Apakah mereka yang berasal dari jurusan "mainstream" lebih unggul dari mereka yang berasal dari jurusan langka? Simak pengalaman Ajeng Handini, alumni Astronomi ITB, satu-satunya jurusan astronomi di Indonesia, bahkan sempat menjadi satu-satunya di Asia Tenggara. Astronomi terdengar keren sih, tapi mau ngapain di Indonesia? Mengapa Ajeng memilih jurusan yang lapangan kerjanya minim di Indonesia? Gimana Ajeng menghadapi hari-hari selama kuliah yang seperti "alien" dibanding mayoritas mahasiswa dan menanggapi komentar orang terkait masa depan pekerjaannya? Simak pengalaman Ajeng di episode berikut.